BERITA

Bangun Pemahaman Masyarakat Soal Penggunaan Frekuensi Radio

Bangun Pemahaman Masyarakat Soal Penggunaan Frekuensi Radio

Pontianak, Kominfo - Sebagian masyarakat di Indonesia banyak yang belum mengerti atau memahami tentang arti penting penggunaan spektrum frekuensi radio yang benar dan sesuai peruntukan. Kondisi itu membawa dampak masih adanya gangguan terhadap komunikasi penerbangan dan gangguan frekuensi lainnya.

Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika terus melakukan sosialisasi dan pembinaan mengenai penggunaan spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi yang baik dan benar sesuai peruntukan.

“Ditjen SDPPI melalui 35 UPT (Balai Monitoring) yang ada di berbagai daerah di Indonesia juga punya kewenangan untuk mengawasi penggunaan spektrum frekunesi radio di masyarakat agar tidak menimbulkan gangguan bagi pengguna lainnya,” kata Direktur Operasi Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Dwi Handoko saat membuka Focus Group Discussion (FGD) di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis, (18/10/2018) kemarin.

Berita yg terkait :
Ketua Komisi A Dprd Diy Bersama Kpid Diy Melaksanakan Literasi Media
Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (sirup)
Tpid Diy Melakukan Pantauan Di Pasar Tradisional Argosari Gunungkidul

Dwi Handoko menyontohkan, di Bali belum lama ini Ditjen SDPPI menemukan penggunaan perangkat radio amatir yang menggunakan frekuensi radio tidak sesuai dengan peruntukannya. Namun, dengan pendekatan yang baik, Ditjen SDPPI akhirnya bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat di sana dan bisa mengawal keamanan komunikasi dalam pertemuan IMF-Bank Dunia dengan baik.

Dwi Handoko juga mengungkapkan bahwa manfaat dari spektrum frekuensi radio sangat luas, baik untuk komunikasi analog maupun untuk kepentingan era digital sekarang ini, mulai dari penggunaan smartphone.

Sebentar lagi, lanjut Dwi Handoko, Indonesia akan memasuki era telekomunikasi generasi lima (5G) yang akan diikuti dengan meningkatnya komunikasi machine to machine atau perangkat dengan perangkat.

“Kita harus menciptakan ide-ide baru dalam era 5G sehingga tidak lagi hanya menjadi pasar seperti pada era-era sebelumnya. Pada era-era sebelumnya kita sempat hanya menjadi pasar, tapi belakangan pada era 4G tidak sepenuhnya begitu.”

Terbukti, katanya, bahwa Indonesia sudah memiliki beberapa unicorn—startup dengan valuasi lebih dari 1 miliar dolar—, seperti Go-Jek, Bukalapak, Tokopedia, dan lainnya. “Jadi kita tidak lagi hanya menjadi pasar sekarang,” katanya.

Dengan demikian, ditegaskan kembali oleh Dwi Handoko, bahwa penggunaan dan masalah spektrum frekuensi radio ini sangat luas, mulai dari untuk penggunaan perangkat analog hingga ke kepentingan-kepentingan dengan nilai ekonomi sangat besar.

Meskipun dalam era digitalisasi, lanjut Dwi, penggunaan perangkat analog seperti radio amatir juga masih dibutuhkan. Ia menyontohkan lagi, ketika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, komunikasi radio amatir sangat membantu dalam koordinasi penanggulangan bencana.

Ketika jaringan telekomunikasi seluler terganggu atau bahkan tidak bisa digunakan karena banyak tower base transceiver station (BTS) yang mati atau roboh, komunikasi radio amatir masih sangat membantu.

Namun demikian, Dwi Handoko berpesan bahwa dalam penggunaan radio amatir, pengguna harus memenuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku. Pengguna jangan menggunakan spektrum frekuensi radio yang bukan peruntukannya dan perangkatnya juga harus bersertifikasi dari Ditjen SDPPI sehingga tidak menimbulkan gangguan, utamanya terhadap komunikasi penerbangan.

Dalam FGD bertema “Tinjauan Kritis Tentang Pemanfaatan Frekuensi dan Perangkat Telekomunikasi di Era Demokrasi” yang diselenggarakan Ditjen SDPPI di Pontianak ini, juga hadir sebagai narasumber Tenaga Ahli Menkominfo Freddy H. Tulung dan Komisioner BRTI Taufik Hasan.

FGD ini melibatkan sejumlah awak media massa nasional, dan dihadiri juga oleh Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian, Setditjen SDPPI, Hasyim Fiater, serta Kepala Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak Siti Hapsah Roy.

 

42

Dilihat

Kominfo DIY
  • Penulis
Berita Lainnya

Orasi Budaya Sultan Akan Isi Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA(29/05/2017) jogjaprov.go.id. –  Pancasila yang seharusnya menjadi Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup Bangsa Indonesia di setiap nafas kehidupan, namun  dalam perkembangannya…

Pengukuhkan Pengurus Jagawarga DIY

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA. ( 30/05/2017) Jogjaprov.go.id - Jaga warga dibentuk berdasarkan Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Jaga Warga. Jaga warga adalah…

Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

kegiatan Press Tour Dalam Daerah ke Kabupaten Kulon Progo

access_time16 Jun 17

Bersama dengan para awak media atau wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Unit Kepatihan, Bidang Humas Dinas Kominfo DIY melaksanakan…

Bidang Humas Selenggarakan Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

 

menu
menu