Bantul Wajib Bersiap Jadi Destinasi Wisata Utama

Bantul (25/06/2018) Bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) tahun depan sudah beroperasi. Untuk itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap Kabupaten Bantul bisa mulai bersiap untuk menjadi salah satu tujuan utama wisata di DIY.

Hal ini diungkapkan Gubernur DIY dalam acara Syawalan bersama Pemerintah Kabupaten Bantul di Pendopo Parasamya Bantul, Senin (25/06). Gubeenur DIY mengatakan, meski ada kemungkinan munculnya persoalan terkait investasi, tapi Bantul sebagai tujuan wisata utama sudah harus dirintis sejak kini.

“Bantul harus bersiap karena jaraknya hanya 15 km dari Kota Yogyakarta. Jadi bagaimana agar pariwisata di Bantul ini juga bisa tumbuh berkembang dan menjadi tujuan para wisatawan yang tentu akan semakin banyak dengan adanya bandara baru nanti,” ungkap Sri Sultan.

Sri Sultan menegaskan pertumbuhan pariwisata tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Namun pertumbuhan ekonomi juga harus diupayakan bisa menyebar ke wilayah-wilayah kecamatan dan desa se-Bantul, dengan harapan pemerataan dan tidak menumpuk di satu titik saja.

“Itu semua menjadi kebijakan atau strategi dalam membangun kawasan baru. Karena itu harapan saya, kita semua bisa lebih kreatif untuk menarik manfaat dari keberadaan bandara internasional. Untuk wilayah yang bisa dikembangkan, mungkin bisa dikoordinasikan dengan kami di provinsi agar bisa berbuat sesuatu. Misalnya, kebutuhan tempat parkir atau diperlukan jalan baru,” paparnya.

Diungkapkan Sri Sultan, untuk strategi marketing dan pengembangan destinasi wisata bisa mencontoh yang dilakukan Pemda DIY di Kabupaten Gunungkidul. Pemasaran destinasi dan program wisata dilakukan tidak bersamaan, tapi satu persatu.

“Kalau bersamaan, nanti didatangi dua-tiga kali sudah bosan, sehingga kunjungan menurun. Tapi kalau satu persatu, wilayah itu punya kesempatan waktu lebih lama menjadi wilayah tumbuh dan berkembang. Harapan saya ini juga bisa terjadi di Bantul, sehingga perkembangan yang bisa dinikmati warga masyarakat juga punya nilai ekonomi yang lebih lama,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, Pemda DIY saat ini juga berencana mengembangkan wilayah Joglo Semar guna menyambut beroperasinya NYIA kisaran April 2019. Pengembangan tersebut dalam pengertian pengembangan potensi pariwisata untuk para wisatawan datang ke Borobudur. “Tapi ini juga menjadi tantangan kita juga, bagaimana wisatawan datang bukan hanya untuk melihat Borobudur, tapi juga datang ke Jogja,” imbuh Sri Sultan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan mewakili Pemda DIY memohon maaf kepada warga Bantul jika selama ini pelayanan yang diberikan Pemda DIY dinilai belum maksimal.

Bupati Bantul Drs. Suharsono mengatakan acara syawalan sekaligus halal bi halal tersebut diadakan guna mempererat tali silaturahmi, mempererat sinergitas dan koordinasi dan membangun keharmonisan, baik dalam melakukan tugas-tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mohon bimbingan dan arahan serta doa restu agar kami dapat menjalankan tugas dan kewajiban sebagai abdi masyarakat dan abdi negara dengan baik,” imbuhnya. (Rt)

HUMAS DIY

 

 

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .