Faktor Budaya Kunci Sukses JSP DIY

Yogyakarta (14/08/2018)  Faktor kesuksesan smart province terletak pada faktor budaya yang paling elementer seperti tertib lalu lintas, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok di ruang publik, menjaga fasilitas publik serta hidup selaras dengan lingkungan. Karena provinsi cerdas merupakan cerminan dari warganya.

“Pada pokoknya, JSP harus didukung oleh ekosistem cultural berbasis digital yang memerlukan roadmap sebagai pertunjuk sekaligus pengingat perlunya akselerasi implementasi rencana pengembangan JSP,” papar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menjadi keynote speaker di Seminar Masterplan Jogja Smart Province (JSP) di Hotel Inna Malioboro, Yogyakarta, (14/08).

Sri Sultan menyampaikan, JSP untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Maka dari itu, memberikan ruang partisipasi bagi masyarakat serta dunia usaha dan industri dipandang tepat ditetapkannya dalam Masterplan JSP.

“JSP ke depan hendaknya dikembangkan seperti Jakarta Smart City yang dilengkapi Kartu Multifungsi Jakarta One,” jelas Gubernur.

Gubernur DIY menyebutkan delapan dimensi Smart Province  yang mencakup Smart Governance and Smart Education, Smart Healthcare, Smart Building, Smart Mobility and Smart Infrastructure, Smart Technology, Smart Energy, dan Smart Citizen untuk meningkatkan modal manusia dan modal sosial yang dimiliki DIY.

“Dan juga, harus ada kolaborasi, koordinasi, dan sinergi. Karena untuk mewujudkan JSP itu dibutuhkan partisipasi multistakeholders, masyarakat yang cerdas dengan kesetaraan dan pendidikan yang baik, rencana strategis yang berkesinambungan dan terintegrasi, serta kemitraan yang berbobot,” lanjut Sri Sultan.

Selain itu, lanjut Sri Sultan, pembangunan kewilayahan di DIY fokus pada pengembangan kawasan strategis. Dengan dukungan JSP terhadap kawasan strategis ini setidaknya dalam hal Smart Mobility bisa mendukung aksesibilitas ke lokasi yang menjadi destinasi wisata.

“Sedangkan Smart Economy dan Smart People untuk menarik investasi guna membangun kewilayahan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Ir. Rony Primanto Hari, MT mengatakan, JSP digagas untuk menyelesaikan isu-isu strategis di DIY dengan cara smart. Setelah berdiskusi dengan Gubernur DIY, memang ada beberapa hal yang diprioritaskan terutama keinginan dalam membuat failed project  di sumbu filosofis.

“Rencananya akan dikembangkan menjadi sebuah smart area  di mana akan tersedia berbagai macam fasilitas untuk keperluan smart living, smart culture, dan smart society. Itu yang akan dikembangkan nanti. Harapannya, akan menjadi contoh yang bisa diterapkan di daerah lain di DIY. Terutama smart culture-nya, karena keistimewaan Jogja ada di kebudayaan. Jadi prioritasnya ada di smart culture-nya,” jelas Kepala Diskominfo DIY.

Masterplan yang sudah digagas sejak tahun 2003 akan menggandeng pemerintah kota/kabupaten dalam berkolaborasi menjalankan JSP. 

“Diharapkan JSP justru melengkapi penyelesaian masalah yang tidak bisa diatasi oleh pemerintah kota/kabupaten,” pungkasnya. (Rk)

HUMAS DIY

 

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .