BERITA

Forum Koordinasi dan Konsultasi Dengan tema Strategi Ketahanan dan Kemanan Siber Nasional

Forum Koordinasi dan Konsultasi Dengan tema Strategi Ketahanan dan Kemanan Siber Nasional

Kementerian Politik, Hukum dan Hak Asasi  mengadakan Forum Koordinasi dan Konsultasi Dengan tema Strategi Ketahanan dan Kemanan Siber Nasional dalam rangka mewujudkan kedaulatan informasi dan komunikasi bangsa. Forum tersebut diselenggarakan di kasultanan room Hotel Ambarrukmo, Yogyakarta pada tanggal 9 Agustus 2017. Forum ini diawali dengan sambutan dari Gubernur DIY yang diwakili oleh Pj. Sekda DIY Bapak Drs. Sulistiyo, SH, CN, M.Si. Dalam sambutannya Pak Sulis mengatakan ketergantungan terhadap Teknologi Informasi saat ini perlu didukung dengan pengamanan informasi yang kuat agar informasi terjaga aspek kerahasiaan, keutuhan dan ketersediaannya. Kemudian Deputi VII Kemenko Polhukam, Marsda Warsono mengungkapkan tantangan keamanan siber saat ini dengan maraknya berbagai konten negatif yang mempengaruhi jatidiri bangsa, terutama pada generasi muda.

Selain itu dalam acara tersebut juga dipaparkan oleh salah satu Dewan TIK Nasional, Prof. Zainal Hasibuan. Saat ini perang sudah memasuki generasi ke-4 dengan ditandai tidak terlihatnya actor intelektual dibalik sebuah perang. Model serangan siber pun berkembang menjadi 3(tiga) macam, yaitu :

  1. Physical Attack. Yang diserang pada physical attack adalah perangkat keras penyimpan dan transmisi informasi. Sebagai contoh: Kebakaran Datacenter dan memotong kabel serat optic antar wilayah.
  2. Logical Attack. Yang diserang pada logical attack adalah fungsi logis atau level aplikasi, sebagai contoh meluasnya worm wannacry, dan sejenisnya.
  3. Socio-Cultural Attack. Socio Cultural Attack merupakan model serangan baru di dunia, dengan menyerang karakter dan budaya masyarakat suatu Negara. Berbagai contoh model serangan ini adalah dengan maraknya Video Porno, Hoax, adu domba di Indonesia. Ini mengakibatkan konflik vertikal dan Horisontal pada masyarakat. Untuk itu perlu koodinasi aktif antar pemangku kepentingan untuk menangani serangan dengan model socio-cultural attack.

Selain itu, acara ini juga di isi dengan pengenalan berbagai produk lokal karya anak bangsa yaitu produk anti virus SMADAV dan  Gadget DIgicoop yang merupakan sebuah gadget produk lokal dari perangkat sampai aplikasi di dalamnya. Ini untuk menegaskan upaya kedaulatan anak bangsa di dunia TIK. (Zen)

Berita yg terkait :
Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (sirup)
Tpid Diy Melakukan Pantauan Di Pasar Tradisional Argosari Gunungkidul
Agar Tidak Diblokir, Daftarkan Kartu Prabayar Sebelum 28 Februari 2018

235

Dilihat

Kominfo DIY
  • Penulis
Berita Lainnya

Orasi Budaya Sultan Akan Isi Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA(29/05/2017) jogjaprov.go.id. –  Pancasila yang seharusnya menjadi Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup Bangsa Indonesia di setiap nafas kehidupan, namun  dalam perkembangannya…

Pengukuhkan Pengurus Jagawarga DIY

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA. ( 30/05/2017) Jogjaprov.go.id - Jaga warga dibentuk berdasarkan Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Jaga Warga. Jaga warga adalah…

Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

kegiatan Press Tour Dalam Daerah ke Kabupaten Kulon Progo

access_time16 Jun 17

Bersama dengan para awak media atau wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Unit Kepatihan, Bidang Humas Dinas Kominfo DIY melaksanakan…

Bidang Humas Selenggarakan Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

Mengusung tema “Keterbukaan Pemerintah untuk Pembangunan yang Inklusif”, #APLF2017 memperkuat komitmen keterbukaan pemerintah   #APLF2017   #APLF2017

menu
menu