BERITA

MES DIY Diharap Bisa Bermaslahat Melalui Edukasi

MES DIY Diharap Bisa Bermaslahat Melalui Edukasi

Yogyakarta (16/05/2018) Organisasi Masyarakat Ekonomi Syariah menanggapi fenomena minimnya pemahaman dan pengetahuan terhadap produk-produk halal di Indonesia, khususnya di DIY. Padahal persentase umat Islam di Indonesia sebanyak 87% dari 270 juta jiwa. Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X berharap, organisasi Islam Masyarakat Ekonomi Syariah DIY bisa melakukan kegiatan yang bermaslahat bagi masyarakat DIY.

“Saya berharap, MES DIY tidak hanya melakukan sosialisasi kegiatan yang kaitannya dengan perekonomian saja, namun ada upaya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi warga Jogja ini,” terang Wagub DIY saat menerima audiensi organisasi Islam MES DIY di Gedhong Pare Anom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (16/05).

Wagub menyatakan, data penduduk miskin di DIY masih cukup tinggi sekitar  13.02% dibanding persentase penduduk miskin nasional sebesar 10,96%. Sudah saatnya sebanyak 3.7 juta jiwa penduduk DIY  dibantu dalam hal kaitannya pengentasan kemiskinan. Kondisi kemiskinan di DIY harus diberantas dengan cara kolaborasi.

Berita yg terkait :
Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (sirup)
Tpid Diy Melakukan Pantauan Di Pasar Tradisional Argosari Gunungkidul
10 Inovasi Penyelenggaraan Haji 1439h/2018m

“MES dalam hal ini bisa ikut membantu, antara lain mengedukasi melalui investasi intelektual karena lebih substain. Karena edukasi ini tidak bisa dikerjakan hanya pemerintah saja. Upaya yang dilakukan ke depan bisa digarap failed project  UMKM dengan cara pemberdayaan. Karena, saya berharap, MES ini selain mengembangkan organisasi bisa membantu kemaslahatan bagi orang lain,” ucapnya.

Ketua MES DIY Mursida Rambe menyatakan, hingga saat ini langkah konkrit yang sudah dilakukan dengan 200 UMKM. “Disana, MES bekerja sama dengan UGM mengedukasi bagaimana pengetahuan mendalam tentang kehalalan selama 6 minggu. Dengan workshop, nanti akan berlanjut acara kelas halal selama 6 bulan. Ini bertujuan agar UMKM itu juga dalam menyajikan produk peduli dengan prinsip Halalan Toyyiban. Karena bahan-bahan produk rentan dengan yang berjenis haram,” jelasnya.

Menurut Ketua MES DIY, pentingnya edukasi syariah Halalan Toyyiban dalam proses bisnis UMKM juga untuk mencegah dari keserakahan keuntungan saja. “Karena, dari hasil penelitian banyak bakso yang tidak halal di Jogja ini. Jika masyarakat Jogja ini tidak diedukasi, mereka hanya akan memikirkan keuntungan semata. Industri apapun dari jasa, produk fisik harus mengandung kehalalan. Karena persoalan halal melibatkan semua orang,” pungkas Ketua MES DIY. (Rk)

HUMAS DIY

25

Dilihat

Kominfo DIY
  • Penulis
Berita Lainnya

Orasi Budaya Sultan Akan Isi Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA(29/05/2017) jogjaprov.go.id. –  Pancasila yang seharusnya menjadi Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup Bangsa Indonesia di setiap nafas kehidupan, namun  dalam perkembangannya…

Pengukuhkan Pengurus Jagawarga DIY

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA. ( 30/05/2017) Jogjaprov.go.id - Jaga warga dibentuk berdasarkan Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Jaga Warga. Jaga warga adalah…

Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

kegiatan Press Tour Dalam Daerah ke Kabupaten Kulon Progo

access_time16 Jun 17

Bersama dengan para awak media atau wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Unit Kepatihan, Bidang Humas Dinas Kominfo DIY melaksanakan…

Bidang Humas Selenggarakan Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke-73 "Kerja Kita Prestasi Bangsa"  

menu
menu