BERITA

Sektor Non-Tunai Rendah, Pelaku Fintech Punya Peluang Besar

Sektor Non-Tunai Rendah, Pelaku Fintech Punya Peluang Besar

Nusa Dua, Kominfo -- Pejabat Bank Indonesia (BI) menyatakan terdapat peluang besar untuk pelaku teknologi finansial (fintech) dalam sektor pembayaran non-tunai. Hal itu disampaikan oleh Amrizal dalam diskusi panel Industry Track “Fintech Payment” dalam NextICorn International Summit di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/05/2018).

“Indonesia masih banyak masalah untuk pembayaran non-tunai, masih di bawah 10%. Ini peluang yang bagus untuk pelaku fintech, dengan masih banyaknya ruang untuk membantu BI sebagai regulator yang memiliki otoritas pembayaran Indonesia,” jelas Rizal.

Rizal turut menjelaskan regulasi merupakan bentuk dukungan bagi industri. “Saya sadar, teknologi berkembang sangat cepat, jadi wajar kalau regulator ketinggalan satu langkah di belakang. Ketika kami menyusun regulasi terkait pembayaran fintech, ini merupakan bentuk dukungan bagi industri. Kita mencoba bangun keseimbangan,” jelasnya.

Berita yg terkait :
Bimbingan Teknis Pengisian Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (sirup)
Tpid Diy Melakukan Pantauan Di Pasar Tradisional Argosari Gunungkidul
Agar Tidak Diblokir, Daftarkan Kartu Prabayar Sebelum 28 Februari 2018

Dalam diskusi yang sama Budi Gandasoebrata dari Go-Pay, sistem pembayaran milik aplikasi transportasi Go-Jek, meminta agar pemerintah dapat membatasi regulasi agar pasar industri fintech dapat berkembang. “Peran regulator harus memastikan bahwa aturan-aturan yang ada memang diikuti, tapi untuk bantu pasarnya aktif jangan terlalu banyak regulasi. Regulasi bisa ketinggalan, tapi mereka sudah mulai terbuka,” jelas Budi.

Menanggapi hal ini, Amrizal menyampaikan BI mendukung berkembanganya pasar fintech selama ia bertujuan untuk menciptakan tiga hal. “Sejalan dengan yang disampaikan Budi, fintech bukanlah gangguan untuk Bank, justru kita bisa bekerjasama untuk hal itu. Saya menyambut baik pelaku fintech selama yang diciptakan adalah produktivitas, stabilitas, dan aksesibilitas,” tegas Rizal.

Butuh Dukungan Kebijakan

Menurut Taka Sano, pemodal dari Global Brains, pelaku utama dalam gerakan pembayaran non-tunai ini adalah start-up. “Mereka bisa berinovasi dan bergerak dengan cepat. Mereka butuh bantuan dari bank, tapi bagaimana agar bisa aman, regulator tetap harus melindungi mereka sebagai warga negaranya,” jelas Taka.

Hal ini turut ditegaskan oleh Teddy Setiawan dari Cashlez. “Kami ingin pembayaran menjadi lebih mudah tanpa batasannya. Kami pelaku di pasar berharap lebih banyak melihat kebijakan untuk mencapai pembayaran non-tunai.” (VY)

13

Dilihat

Kominfo DIY
  • Penulis
Berita Lainnya

Orasi Budaya Sultan Akan Isi Peringatan Hari Lahirnya Pancasila

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA(29/05/2017) jogjaprov.go.id. –  Pancasila yang seharusnya menjadi Dasar, Falsafah dan Pedoman hidup Bangsa Indonesia di setiap nafas kehidupan, namun  dalam perkembangannya…

Pengukuhkan Pengurus Jagawarga DIY

access_time02 Jun 17

YOGYAKARTA. ( 30/05/2017) Jogjaprov.go.id - Jaga warga dibentuk berdasarkan Pergub DIY Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Jaga Warga. Jaga warga adalah…

Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

kegiatan Press Tour Dalam Daerah ke Kabupaten Kulon Progo

access_time16 Jun 17

Bersama dengan para awak media atau wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Unit Kepatihan, Bidang Humas Dinas Kominfo DIY melaksanakan…

Bidang Humas Selenggarakan Dialog Interaktif “Jogja Gumregah” di Jogja TV

access_time16 Jun 17

Selasa (14/03) sore, Bidang Humas Dinas Komunikasi dan Informatika DIY melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Jogja TV.…

ASIAN GAME 2018 untuk INDONESIA "8 Agustus- 2 September 2018"  

menu
menu