Sosialisasi JSP di Panggung Krapyak

Yogyakarta dengan sumbu filosofinya, tercatat telah masuk dalam tentative list United Nations Educational, Scientific dan Cultural Organization (UNESCO), sebagai salah satu calon warisan budaya dunia, sejak tahun 2017.

Smart Area Sumbu Filosofi dalam program Jogja Smart Province (JSP), dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY untuk mendukung sebuah pendekatan yang luas, terintegrasi dalam meningkatkan efisiensi pengoperasian sebuah kota, meningkatkan kualitas hidup penduduknya, dan menumbuhkan ekonomi daerahnya. Area Sumbu Filosofi Dengan Lima Dimensi Smart Culture, Smart Governance, Smart Living, Smart Environment Dan Smart Society.

Sumbu filosofi sendiri merupakan garis lurus yang membentang dari Tugu Pal Putih, menuju Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, hingga Panggung Krapyak, yang menggambarkan perjalanan hidup manusia, sejak lahir, hingga menemui ajalnya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika mulai bergerak dengan menyelenggarakan Sosialisasi Terkait Smart Area Sumbu Filosofi pada hari minggu pagi tanggal 25 Maret 2019 yang berlokasi di area sumbu filosofi daerah panggung krapyak Panggungharjo Sewon Bantul semarak dihadiri sekitar 500-an  orang dari komunitas dan warga yang mengikuti senam masal, sosialisasi JSP, dan games menarik  yang mengemban tugas untuk memastikan seluruh masyarakat Yogyakarta terutama yang tinggal di sepanjang area sumbu filosofi mengetahui dengan adanya area sumbu filosofi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Ir. Rony Primanto Hari. MT mengatakan “Kita akan inventaris permasalahan di tiga wilayah Sumbu Filosofi Yogya,  Panggung Krapyak, Kraton, Tugu Yogya dan bekerjasama dengan stakeholder lainnya untuk menyelesaikan  permasalahan secara kreatif inovatif. Juga ada banyak kegiatan dan potensi di wilayah tersebut yang bisa dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital”

Acara dihadiri mantan Duta Besar UNESCO Prof Bambang Hari, pakar dari UGM Prof. Achmad Junaidi,  Staf Ahli Gubernur DIY Drs Umar Priyono MPd, Kabagpem Desa Panggungharjo Ali Yahya, "Inventaris permasalahan misal di sekitar Panggung Krapyak soal perekonomian budaya, kemudian di sekitar Kraton masalah parkir, Beringharjo dan lainnya. Jika berhasil mengatasi permasalahan dengan teknologi digital akan kita replikasikan di wilayah lainnya di DIY," jelas Rony.

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .