Deklarasi Pers Pancasila di Kraton Kilen

Yogyakarta (6/7/2018) DELEGASI Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang sedang menghadiri Rakernas Siwo PWI di Yogyakarta mengalokasikan waktu khusus untuk bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Jumat (6/7) malam.  Di sela silaturahmi dan dialog, sebanyak 24 Ketua PWI Provinsi  se-Indonesia membacakan Deklarasi Kraton Kilen yang berisi pentingnya pers Indonesia kembali ke Pers Pancasila.

‘’Deklarasi ini disarikan dari nilai-nilai Pancasila.  Kami deklarasikan ini karena nurani kami terusik oleh keadaan pers Indonesia di mana kebebasan pers yang seharusnya untuk kepentingan rakyat justru lebih dinikmati oleh para pemilik modal dan politisi,’’ kata Ketua PWI DIY Sihono HT.

Pada kesempatan itu Sri Sultan didampingi Sekda DIY Ir Gatot Saptadi MT, Kepala DPPKA Drs Bambang Wisnu Handoyo dan Kepala Diskominfo Ir Primanto Hari MT.  Hadir pula Rektor UGM Prof Ir Panut Mulyono MEng DEng an Rektor UII Fathul Wahid PhD.  Delegasi PWI dipimpin Ketua PWI DIY Sihono HT.

Sri Sultan menyambut baik deklarasi dan berharap pers dapat menjadi pilar keempat yang akan memperkuat bangsa Indonesia.  

‘’Nilai-nilai luhur Pancasila sudah diimplementasikan oleh para pendahulu kami di Kraton Yogyakarta yang terlihat dari sumbu filosofi adanya Tugu pal Putih di utara dan Panggung Krapyak di sisi selatan. Ini dasar orientasi pembangunan. Sumbu filosofi itu menggambarkan hubungan horizontal antara Raja dengan rakyatnya dan hubungan vertikal antara Raja dengan Tuhan,’’ kata Sri Sultan.

Ada 5 poin Deklarasi Kraton Kilen yang dibacakan Ketua PWI DIY Sihono HT dan diikuti seluruh Ketua PWI yang hadir.  Pertama, wartawan Indonesia menghargai pluralisme, toleransi dan keberagaman dalam menghasilkan karya jurnalistik. Kedua, wartawan Indonesia akan terus mengobarkan semangat gotong royong, solidaritas, saling berbagi dan tolong menolong di antara elemen bangsa.

Ketiga, wartawan Indonesia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Keempat, wartawan Indonesia menghargai musyawarah mufakat dan tidak akan memaksakan kehendak dalam mengambil keputusan. Kelima, wartawan Indonesia siap mencerdaskan masyarakat dengan liputan inspiratif berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Di hadapan Sri Sultan, Sihono juga menyampaikan rencana mendirikan Pusat Pendidikan dan Pengembangan Pers Pancasila di Gedung PWI DIY.  Pusat Pendidikan ini menurut dia akan menjadi tempat bagi dikembangkannya pers Indonesia yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila.

Tak lupa Sihono menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sri Sultan karena sertifikat Gedung PWI DIY di Jalan Gambiran sudah selesai.  Terait hal ini, Sri Sultan kemudian menginstruksikan jajarannya untuk membenahi fisik gedung dimaksud. ‘’Begini, di sini kan ada Sekda. Yang pegang kas Pemda (Kepala DPPKA) juga hadir.  Jadi saya menyambungkan saja. Tolong itu dibenahi gedungnya, kan itu aset Pemda juga.  Bapak-bapak setuju kan?’’ kata Sri Sultan disambut tepuk tangan delegasi PWI.

Beberapa Ketua PWI berkesempatan menyampaikan pandangannya.  Ketua PWI Sumbar H Firdaus menyatakan kagum dengan sikap Sri Sultan yang konsisten menolak pembangunan jalan tol yang mengganggu kepentingan warga.  Sedangkan Ketua PWI Jateng Amirmachmud NS menyebut Yogyakarta adalah salah satu simbol kehidupan keberagaman yang masih terjaga. (rsp)

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .