Ekspor DIY Naik, Inflasi Tetap di Bawah Nasional

Yogyakarta (02/07/2018) Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta merilis perkembangan inflasi pada beberapa kategori, Senin (2/7).  Beberapa hal menarik mencuat dari rilis itu, antara lain naiknya ekspor DIY selama Mei 2018 dan tetap bertahannya angka inflasi DIY yang berada di bawah angka rata-rata nasional.

Secara umum, inflasi di DIY pada bulan Juni 2018 sebesar 0,46% yang disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok bahan makanan sebesar 1,08%, namun tidak lebih besar dari inflasi nasional yaitu sebesar 0,59%.

Selain indeks harga konsumen, kelompok lain yang mempengaruhi kenaikan inflasi adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yaitu mengalami inflasi sebesar 0,80%.

Terkait ekspor dari DIY, selama bulan Mei 2018 tercatat mengalami peningkatan sebesar 2,26 % dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor ke Singapura merupakan perkembangan nilai ekspor terbesar selama Mei 2018 terhadap April 2018 yaitu sebesar 479,71%.

Untuk impornya, pada bulan Mei DIY sebesar US$ 860,98 ribu, naik 105,06% dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas impor terbesar meliputi kopi, teh dan rempah-rempah yaitu sebesar 26,79% dari total nilai impor.

Rilis juga memperlihatkan perkembangan tingkat hunian hotel bintang di DIY yang pada bulan Mei 2018 turun menjadi 50,38% atau 10,04% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 60,42%. Untuk hotel non bintang atau akomodasi lain rata-rata sebesar 20,18% mengalami penurunan sebesar 7,03 poin bila dibandingkan dengan bulan April 2018.

Penurunan terjadi karena pada bulan Mei 2018 bertepatan dengan bulan suci Ramadan di mana jumlah wisatawan memang tidak sebanyak pada bulan-bulan lainnya. (Tr)

 

Humas Pemda

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .