Kawasan Agrowisata Krisan Salah Satu Potensi Unggulan Gerbosari

Kulon Progo (4/5/2018) Jogjaprov.go.id Kawasan Agrowisata Krisan dan Kopi Arabika Suroloyo, merupakan produk unggulan yang dimiliki oleh Desa Gerbosari Samigaluh Kulon Progo. Selain itu, desa yang bertopografi perbukitan dan pegunungan, dengan 19 pedukuhan yang membentang dari Sarimulyo sampai Keceme ini juga dikenal dengan kerajinan biola dan juga kawasan wisata Suroloyo yang termasuk dalam kawasan wisata strategis Candi Borobudur. Potensi-potensi tersebut dipaparkan oleh Kepala Desa Gerbosari, Damar Amd, saat menyambut rombongan Tim Verifikasi Lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2018 di Kawasan Agrowisata Krisan Gerbosari pada Kamis (3/5) kemarin.

Lebih lanjut, Damar menyampaikan bahwa sedang dikembangkan pula budidaya ikan Sidat, minyak atsiri dan pengolahan toga disamping juga peternakan kambing PE termasuk pengelolaan kotoran sebagai pupuk dan susu kambing.

Selanjutnya, Staf Ahli Bupati Kulon Progo Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan bahwa Gerbosari yang memiliki luas wilayah hampir 1000 ha dan berpenduduk sekitar 4780 jiwa ini dapat menjadi contoh dalam pelayanan publik melalui inovasi yang telah dilakukan, salah satunya berupa penerapan aplikasi Siskumdes dalam pengelolaan keuangan sehingga transparan dan akuntabel. Hal  tersebut didukung oleh partisipasi aktif warga desa melalui kegiatan musyawarah pedukuhan, karang taruna PKK.

Komitmen Kepala Desa dan warga Gerbosari dalam mengelola potensi desa, dan menciptakan inovasi menjadi modal wakil Kulon Progo ini dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY 2018. Karena dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, sebagai bentuk penguatan kelembagaan, maka perencanaan dan pemanfaatan diserahkan kepada desa. Lomba desa juga merupakan perwujudan dari Permendagri No 81 tahun 2015 tentang Evauasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dimaksudkan untuk mengetahui dan aspek kemajuan pemerintahan desa dan kelurahan.

Gubernur DIY dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sukamto selaku Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY sekaligus Ketua Tim Verifikasi Lapangan di Desa Gerbosari mengharapkan agar Lomba Desa bukan hanya sekedar rutinitas tapi harus mampu membangun kembali dan mengubah etos kerja masyarakat sehingga mampu membangun desa dan kelurahan, melakukan penguatan kelembagaan serta menciptakan swadaya dan gotong royong masyarakat untuk mengubah desa menjadi lebih baik. Lomba Desa juga merupakan kesempatan untuk mendapatkan pembinaan jangka panjang yang bermanfaat untuk memajukan masyarakat desa.

Dijelaskan pula oleh Sukamto bahwa tim penilai dari DIY terdiri dari Polda DIY, BPBD DIY, BLH, Dinas Dikpora DIY, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Dinas Kominfo DIY, Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, Biro Administrasi dan Kesra Setda DIY, TPKK DIY dan BPPM DIY. Pada kesempatan evaluasi lapangan ini, tim penilai akan memeriksa bukti dokumen administrasi yang ada di Kantor Desa untuk kemudian mengevaluasi kemandirian desa dengan menggunakan indikator-indikator tertentu yang telah ditetapkan.

Sambutan dilanjutkan dengan pengalungan kain batik khas Samigaluh oleh Staf Ahli Bupati Kulon Progo Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan kepada Ketua Tim Verifikator Lapangan dan diikuti dengan peninjauan stand produk makanan dan kerajinan, sentra budidaya Krisan, penilaian administrasi kemudian peninjauan pedukuhan-pedukuhan yang menjadi sampel.

HUMAS DIY.

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .