Membangun Narasi Damai Di Lembaga Penyiaran Pasca PEMILU 2019

Yogyakarta – (Senin, 29/04/2019)  KPID Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Penyiaran, dengan tema “Membangun Narasi Damai di Lembaga Penyiaran Pasca Pemilu 2019”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ayola Tasneem Convention Hotel Yogyakarta, dengan dihadiri oleh peserta dari seluruh Lembaga Penyiaran di DIY, akademisi, mahasiswa, kelompok pemuda, perempuan dan lintas agama.

Bimbingan Teknis pada Senin Pagi ini diawali dengan sambutan dari Ketua KPID DIY, Drs. I Made Arjana Gumbara yang menyampaikan bahwa seluruh Lembaga Penyiaran di Yogyakarta agar mematuhi P3SPS, hal ini merupakan salah satu upaya untuk mencapai narasi damai pasca Pemilu. Bimtek dipandu oleh Bambang Wuryanto dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) selaku moderator dan narasumber Dari KPID DIY Agnes Dwi Rusjiyati, S.Pd, Drs. Phill. Lukas S. Ispandriarno dari Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana UAJY, dan yang terakhir adalah Halili Hasan, S.Pd., M.A. dari Direktur Riset Setara Institute.

Paparan pertama mengenai Peran KPID DIY dalam mendorong Media sebagai perekat sosial dan menjaga Toleransi pasca Pemilu 2019. Agnes Dwirusjiyati, S.Pd. menyampaikan “Diharapkan seluruh lembaga penyiaran di Yogyakarta, dapat menyampaikan informasi sesuai dengan data dan fakta selain itu pemberitaan yang disiarkan harus adil dan berimbang kepada semua paslon”. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa Lembaga Penyiaran tidak boleh menjadi salah satu bagian yang ikut serta menyebarkan hoax pasca pemilu 2019 ini.

Dr. Phill. Lukas S. Ispandriarno pada kesempatan kali ini menyampaikan materi mengenai Media dan Politik Demokrasi Indonesia. Saat ini media arus utama mendapat saingan yang besar dari media social, walaupun demikian TV dan Radio masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, tetap harus menjaga isi siarannya agar tetap adil dan berimbang, dan tidak memihak pada salah satu pihak, atau tidak ada intervensi politik.

Materi terakhir Bimtek adalah mengenai Peran Media Nasional dan Lokal dalam membangun Narasi damai dan Toleransi. Materi tersebut disampaikan oleh Halili Hasan, S.Pd., M.A., yang menyampaikan bahwa Jawaban dari terciptanya narasi damai di Lembaga penyiaran Pasca Pemilu 2019 adalah Jurnalisme yang Toleran. Maksud dari hal tersebut adalah Lembaga Penyiaran harus membangun narasi yang tidak provokatif serta menghindari narasumber intoleran dalam program siarannya. Melalui Bimtek KPID DIY dengan ANBTI diharapkan seluruh peserta mampu membangun dan mewujudkan narasi damai di Lembaga Penyiaran Pasca Pemilu 2019, terutama di wilayah Daerah istimewa Yogyakarta (Anna).

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .