Syawalan Diskominfo DIY

Yogyakarta (26/06/2018) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menyelenggarakan Syawalan bersama seluruh staf di Aula Diskominfo Jl Brigjen Katamso, Selasa (26/6). Ikrar Syawalan dibacakan Sekretaris Diskominfo Dra Meni Karyawati, sedangkan tausyiah disampaikan Drs H Zainuddin MA.

Kepala Diskominfo DIY Ir Rony Primanto Hari MT menanggapi ikrar Syawalan dengan mengatakan, “Saya menerima dengan tulus ikhlas ikrar bapak, ibu dan saudara sekalian. Kita sebagai manusia biasa memang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Saya selaku pribadi dan pimpinan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak ibu sekalian, semoga kita sama-sama mendapatkan ampunan dari Allah Swt dan kita juga sama-sama saling memaafkan.”

Rony berharap silaturahmi di bulan Syawal ini dapat merekatkan kembali ikatan kekeluargaan dan meningkatkan kinerja  jajaran Diskominfo DIY.

Ustadz Zainuddin banyak mengupas tentang makna Idul Fitri dan upaya manusia untuk memperbaiki diri. “Selama 1 bulan penuh kita telah menjalani Ramadhan, selama 1 bulan itu pula kita diwajibkan oleh Allah untuk mengerjakan ibadah puasa. Selama itu pula telah diuji keimanan dan ketaqwaan kita. Adapun mengenai hasil, berhasil atau tidaknya ujian yang kita terima selama 1 bulan penuh kemarin sesungguhnya dapat dilihat implikasinya pada bulan-bulan berikutnya, yaitu pada bulan Syawal,'' urai Zainuddin.

Syawal artinya peningkatan.  Jika pada bulan Syawal manusia benar-benar meningkat dalam hal ibadah serta amal baik lainnya, itu artinya ibadah puasa telah membawa kepada derajat taqwa yang lebih baik. Namun jika pada bulan Syawal ini belum ada peningkatan, mungkin saja kemarin belum tulus dalam beribadah. Namun demikian marilah kita senantiasa berupaya untuk meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kita sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah Swt,” imbuhnya.

Idul fitri memiliki arti kembali kepada kesucian dan kembali ke asal kejadian. Kelahiran seorang manusia dalam Islam tidak dibebani kesalahan apapun. Kelahiran seorang anak diibaratkan secarik kertas putih, kelak orang tuanyalah yang mengarahkan dan membentuk dirinya dan dalam kenyataannya perjalanan hidup manusia senantiasa tidak bisa luput dari dosa.

Oleh karena itu perlu upaya mengembalikan kepada kondisi sebagaimana asalnya. Itulah makna Idul Fitri yang sesungguhnya.

“Sementara itu dosa yang paling sering dilakukan manusia adalah kesalahan terhadap sesamanya. Seorang manusia dapat memiliki rasa permusuhan, pertikaian, dan saling menyakiti. Idul Fitri merupakan momen yang penting untuk saling memaafkan, baik secara individu maupun kelompok. Perintah untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada orang lain harusnya tidak semata-mata dilakukan saat Lebaran, akan tetapi harus berkelanjutan dan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Zainuddin pula.

Usai tausyiah seluruh pegawai saling bersalaman.  Setelah itu dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan panitia. Pada kesempatan itu hadir pula Ketua KID DIY Hazwan Iskandar Jaya dan Ketua KPID DIY I Made Arjana Gumbara, msing-masing didampingi komisioner.  (Nd)

Berita Terkait :


KOMENTAR PEMBACA
procesing . . .